:: Selamat Datang Di Laman Resmi Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh :: Pimpinan dan Civitas Akademika Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Siap Mewujudkan Kawasan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) ::Silahkan Anda Mengunjungi Laman https://infopmb.ppnp.ac.id/ Untuk Melihat Jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru 2022 ::
  1. V I S I
  2. M I S I
  3. MILESTRONES
  4. PRODI - DIII
  5. PRODI - DIV

Laman Sistem Informasi  

   
   
   

 

20052022-01.jpeg - 242.18 kB20052022-02.jpeg - 133.94 kB

 

Persoalan terbatasnya ketersediaan tapioka untuk memenuhi kebutuhan sejumlah pabrik di Riau, menjadikan provinsi tersebut berupaya memenuhi dengan mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan di Kabupaten Kota, pihak Perguruan Tinggi termasuk menggandeng petani. Kebutuhan terbesar tapioka sebagai bahan pelentur atau pelicin dan penutup pada pada bahan kertas untuk PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dimana kebutuhannya lebih dari 4000 ton/bulan, sedangkan sedangkan yang tersedia di Provinsi Riau baru mencapai 500 ton. Politeknik Negeri Bengkalis bersama Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh (Politani) mencoba memaanfaatkan peluang tersebut dengan melakukan kerjasama penelitian budidaya ubi kayu sebagai tanaman penghasil tapioka.

 

Jumat (20/5) dilaksanakan penanda tangan Kerjasama riset dan penelitian Ubi Kayu di kampus Politani Negeri Payakumbuh -Tanjung Pati oleh Johny Custer, ST, MT sebagai Direktur Politeknik Negeri Bengkalis dengan Ir. Harmailis, M.Si Wakil Direktur I dari Politani Negeri Payakumbuh. “Kita coba menjalin kerjasama dengan Politani Negeri Payakumbuh untuk pengembangan budidaya ubi kayu, sehingga produk dan hasil ubi kayu atapun tapioka yang dihasilkan nantinya sesuai dengan sepsifikasi dan standar yang ditetapkan pihak industry”ucap Johny Custer. Untuk tahap awal tahun 2022 ini Politeknik Bengkalis sudah siapkan anggaran untuk kegiatan tersebut, sambung Johny Custer, merupakan putra Sarilamak Kabupaten Limapuluh Kota, saat diwawancarai Tim Humas.

 

20052022-03.jpeg - 122.58 kB20052022-04.jpeg - 253.37 kB

 

Selama ini di Riau daerah penghasil ubi kayu terbanyak adalah Bengkalis dan Kampar, namun produksi ubi kayu yang dihasilkan belum memenuhi secara kuantitas dan kualitas seperti yang diinginkan Industri IKPP dan RAPP. Berdasarkan informasi yang didapat, pihak pabrik juga sudah mencoba mendatangkan dari luar Riau yakni dari Provinsi Lampung, namun hal tersebut juga masih jauh dari harapan. “Untuk memenuhi kebutuhan Tapioka selama ini, PT. Indah Kiat justru melakukan impor dari Thailand” ujar Armadi, bagian Humas PT. Indah Kiat Pulp and Paper yang hadir saat acara penanda tanganan tersebut.

 

Turut hadir pada acara tersebut Tarmizi, SP, M.Si Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bengkalis,  Akmal Indra, S.Pd, MT Wakil Direktur III Politeknik Negeri Bengkalis, , Ir. Darmansyah, MP Wakil Direktur III Politani Negeri Payakumbuh, sedangkan dari PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) diwakili  Armadi bagian Humas/Publik Relation, serta Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari kedua Politeknik.

 

Tanjung Pati, 20 Mei 2022.

Kh.Israr/M.Ridwan

   

PENGUNJUNG  

652793
Hari Ini
Kemaren
Minggu Ini
Minggu Kemaren
Bulan Ini
Bulan Kemaren
Total Pengunjung
494
2492
3360
646895
5347
18576
652793

Your IP: 172.16.60.254
2022-08-10 05:55
   
   
© POLITANI PAYAKUMBUH